9 Aspek Bisnis Model Canvas

9 Aspek Bisnis Model Canvas


Bisnis Model Canvas  adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Kanvas berfungsi untuk menggambarkan model bisnis pribadi seperti halnya untuk menggambarkan model bisnis organisasi. Perhatikan beberapa perbedaan antara keduanya, meskipun:

  • Dalam model bisnis pribadi, Sumber Daya Utama adalah Anda: minat, keterampilan dan kemampuan, kepribadian, dan aset yang Anda miliki atau kendalikan. Dalam organisasi, Sumber Daya Utama sering kali mencakup sumber daya yang lebih luas, seperti orang lain.

  • Model bisnis pribadi memperhitungkan Biaya "lunak" yang tidak dapat diukur (seperti stres) dan manfaat “lunak” (seperti kepuasan). organisasi model bisnis umumnya hanya mempertimbangkan Biaya dan Manfaat moneter.

Sembilan aspek Bisnis model canvas adalah sebagai berikut :

1. Customer segments
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resources
7. Key activities
8. Key partners
9. Cost structure


1. CUSTOMER SEGMENTS : Mengetahui Customer Kita 

Customer segment adalah kelompok target customer yang akan atau sedang kita bidik untuk menjadi customer kita. Hal yang harus diperhatikan dalam segmentasi customer adalah kita harus benar-benar bisa mendefinisikan secara spesifik siapa segment target customer kita. Segmen target bisa dibedakan berdasarkan hal-hal seperti:

  • Tingkat ekonomi (menengah, atas atau jika ingin lebih spesifik lagi dapat disegmentasi berdasarkan pendapatan atau uang jajan bulanan target customer kita);
  • Umur, (Penyesuaian umur terhadap bidang bisnis yang akan digeluti sangat menentukan pangsa pasar kita, misalnya untuk kalangan balita, anak-anak, maupun dewasa)
  • Komunitas tertentu (misalnya komunitas sepeda, komunitas pecinta hewan tertentu atau komunitas ibu-ibu pengajian dll.);
  • Perilaku khusus dari target customer kita (misalnya reaksinya terhadap harga barang, kadang ada perilaku tertentu yang malah suka dengan barang-barang mahal, ada juga yang benar-benar sensitif terhadap harga yang murah dll.).

Dengan melakukan segmentasi ini kita akan lebih mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dan sifat-sifat target customer kita


2. VALUE PROPOSITIONS : Apa yang Kita Tawarkan  Dalam Bisnis

Value proposition atau mudahnya produk adalah hal yang ditawarkan ke target customer kita. Misalnya kita menjual bahan makanan organik ke komunitas vegetarian, menjual kreasi dari batik untuk anak muda atau menawarkan jasa pelatihan bisnis ke mahasiswa dan UKM. 

    Dikatakan value proposition adalah agar kita tidak terjebak dengan istilah produk yang selalu identik dengan barang, sementara value proposition tidak selalu tentang barang, dia sifatnya lebih luas seperti jasa arsitek atau jasa konsultasi dan pelatihan bisnis, atau jasa fotografi, bahkan gabungan produk dan jasa seperti pemasangan kawat gigi, dll.


3. CHANNELS : Saluran Distribusi 

Selanjutnya, kita telah memiliki customer segment dan value proposition / produk yang siap ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan customer. Sekarang adalah bagaimana kita bisa memberikan produk / jasa yang customer butuhkan untuk sampai ke tangan mereka. Untuk menyampaikan value proposition ke customer kita perlu channel. Channel adalah cara yang digunakan untuk memberikan value proposition kita ke customer. Cara ini bisa sangat bermacam-macam tergantung dari segmen customer yang kita bidik. Channel dapat juga disebut bagaimana cara kita menyampaikan produk kepada customer. Channel tersebut bisa berupa penjualan langsung, melalui distributor, melalui tenaga marketing, bisa juga melalui website, bisa melalui forum jual beli, ataupun media sosial laninnya yang sedang berkembang dewasa ini. 

    Macam-macam channel bisa dilakukan, semakin kreatif kita menciptakan channel penjualan semakin besar peluang kita untuk unggul dalam persaingan dan efektif dalam menjaring customer. Kunci dari pemilihan channel ini adalah cara yang tepat untuk menyampaikan value propositions kepada segmen target kita.


4. CUSTOMER RELATIONSHIP : Seberapa dekat kita dengan customer kita.

Dalam customer relationship ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan, yaitu get, keep dan grow. Get yaitu bagaimana cara kita memperoleh customer. Keep adalah cara kita menjaga customer agar tetap setia berhubungan dengan kita dan grow adalah cara kita membuat customer memberikan pendapatan lebih kepada kita melalui sub product atau pelayanan yang kita berikan. 
    
    Customer relationship, merupakan wadah untuk terus berhubungan baik dan mempererat hubungan dengan customer kita. Bagaimana kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada customer dengan memperhatikan 3 (tiga) hal tersebut di atas. Banyak cara yang dapat dilakukan, baik online maupun offline. Untuk pelayanan secara online Sebut aja website, facebook, twitter, kaskus, thread dan forum, bbm, ym, whatsapp dll. Semua itu bisa dijadikan sarana untuk menjalin hubungan dengan customer. Dengan hubungan yang lancar tersebut kita dapat dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada customer misalnya mengenai produk baru, diskon, penawaran khusus dll. 

    Dan yang tidak kalah penting adalah kita bisa mendapatkan informasi tentang apa yang menjadi keinginan dari customer kita. Selain itu, kita dapat membangun hubungan secara offline (kegiatan secara fisik), misalnya dengan mengadakan event-event tertentu atau gathering. 

5. REVENUE STREAMS : (Pendapatan)

Revenue stream ini adalah salah satu yang sangat penting karena inilah nafas yang membuat usaha kita tetap hidup. Kita sudah merancang dengan cermat empat elemen yaitu value proposition (jasa/produk) yang akan ditawarkan, penentuan target segmen (customer segment) yang akan dibidik, penentuan channel penjualan dan menentukan bagaimana membangun hubungan dengan customer (customer relationship). 
Pada umumnya bisnis, terutama perdagangan menghasilkan uang dari keuntungan penjualan, atau kadang disebut laba atau profit. Laba atau profit adalah salah satu model revenue stream yang sederhana. Profit didapat dari selisih semua pendapatan penjualan (omzet) dikurangi semua biaya. Sebagai contoh, kita menjual makanan buka puasa seperti es teler, berarti profit secara sederhana adalah semua uang dari penjualan dikurangi biaya bahan + upah kerja + biaya listrik + sewa tempat + kemasan.
Syarat dari bisnis model yang bisa hidup adalah jelas bagaimana bisnis ini bisa menghasilkan uang. Jadi jika kita ditawarkan bisnis lalu revenue stream  dari bisnis tersebut tidak jelas bagaimana bisnis tersebut bisa menghasilkan uang, maka ini bukan jenis bisnis yang bisa terus bernafas dan tumbuh. Sebuah bisnis yang baik dan mantap harus memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal.

6. KEY PARTNERS : Siapa partner anda?

Sukses berbisnis tidak bisa sendirian, kita harus bekerjasama dengan banyak pihak lainnya. Tentukan dari awal apakah bisnis kita memerlukan investor untuk permodalan atau tidak. Apakah kita perlu mengadakan perjanjian kerjasama khusus dengan distributor ataupun reseller? Serta siapa saja yang akan menjadi supplier dalam bisnis kita ini.

    Menggandeng partner yang melengkapi kemampuan yang kita miliki akan meningkatkan peluang keberhasilan bisnis. Misalnya, kita sangat ahli membuat makanan yang enak, cari partner yang bisa menjual makanan kita (marketing). Misalnya kita kenal distributor suatu produk yang lebih murah, cari partner yang bisa membuat website, untuk dijual online. Pikirkan untuk menjalin kolaborasi dengan partner baik itu investor, supplier, distributor maupun reseller.

7. KEY ACTIVITIES : (Kegiatan Utama)

Dalam memulai bisnis kita harus dapat menentukan kegiatan utama apa saja yang harus dilakukan dalam usaha menghasilkan value propositions dan revenue stream. Kegiatan tersebut meliputu, produksi, selling dan support.
    
    Misalnya kita bisnis makanan unik berbahan dasar tempe. Tentunya kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan antara lain dalam hal produksi adalah membeli bahan-bahan, memasak (produksi), mengepak produk tersebut, lalu membuat kemasan. Untuk hal selling dapat dilakukan promosi, iklan baik online maupun offline. Adapun kegiatan support yang berupa membantu penjualan, mengadakan kerjasama seperti keagenan atau membuka peluang distributor maupun reseller.

8. KEY RESOURCE : (Sumber Daya Utama)

Key resource ini adalah syarat yang harus dipenuhi atau sumber daya utama yang harus dimiliki untuk melakukan aktivitas utama bisnis kita, jika kita kehilangan key resource bisnis ini tidak akan berjalan lancar. Suber daya dapat berupa manusia, barang, bangunan, finansial, intelektual dll. Sebagai contoh,  Anton membuka usaha kantin di dekat kampus STIAMI, maka key resource atas bisnis Anton tersebut adalah sumber daya yang harus dimiliki agar kantin tersebut jalan, seperti tempat usaha/gerai, pegawai dan juru masak, alat-alat masak.

9. COST STRUCTURE : (Struktur Biaya)

Semua usaha yang dilakukan memerlukan biaya, lakukan perhitungan secara seksama, lalu putuskan apakah rencana - rencana bisnis kita menguntungkan atau tidak? Mengetahui menguntungkan / tidaknya, Sebenarnya sederhana saja, kita dapat merinci semua sumber daya yang dibutuhkan dan memperkirakan berapa pendapatan yang akan diterima dengan harga yang sesuai. Lantas apakah penghasilan kita lebih besar dari pengeluaran? Jika tidak berarti kita akan merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan.

Nah sobat rubiz, itulah 9 aspek dari bisnis modal canvas semoga uraian di atas dapat memberikan wawasan bagi kita semua ya. Tak lupa saya ucapkan terima kasih bagi sobat rubiz, saya juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun silahkan berkomentar di bawah atau pun bisa melalui email.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era VUCA & Era TUNA

Model Bisnis vs Model Pendapatan

Pentingnya Perusahaan Melakukan Inovasi Produk