Model Bisnis vs Model Pendapatan

Model Bisnis vs Model Pendapatan

Haii..i sobat RUBIS, bagaimana kabarnya nih semoga kalian selalu sehat yaa.. ini adalah postingan pertamaku di blog ini sebelum mengulas lebih dalam mengenai materi kali ini izinkanlah saya memperkenalkan diri, nama saya Slamet Riyadi panggil saja Ardi ya sob, saya kuliah di Institut Stiami mengambil jurusan Administrasi Bisnis Internasional saya juga bekerja pada bidang Freight Forwarding milik Asing yang beroprasi di Indonesia. Baik langsung saja saya mulai pembahasan nya sobat Rubiz, silahkan disimak baik - baik.

    Sebelum mempelajari model pendapatan, mari kita lihat model bisnis. Model bisnis bukan hanya tentang bagaimana perusahaan Anda akan menghasilkan uang (walaupun itu bagian darinya). Sebaliknya, model bisnis mempertimbangkan semua aspek bisnis Anda, terlepas dari apakah Anda menjalankan salah satu jenis bisnis berikut:

  • B2C (business to consumer eCommerce company, yaitu perusahaan yang menjual langsung ke masyarakat umum).
  • B2B (business to business eCommerce company, seperti pemasok suku cadang yang menjual ke produsen).
  • C2C (consumer to consumer eCommerce company, seperti lelang online peer-to-peer eBay).
  • C2B (consumer to business, seperti penulis lepas atau fotografer yang menjual jasa mereka ke perusahaan).

1. Model Bisnis

A. Pengertian Bisnis Model

Model bisnis adalah sesuatu yang menggambarkan dan menjelaskan mengenai bisnis atau start-up itu sendiri dengan tujuan agar bisa membantu dalam melakukan pertimbangan perubahan dan kemajuan bisnis secara professional.  Dalam buku Business Model You, dijelaskan bahwa model bisnis adalah:
"We defined “business model” as the logic by which an enterprise sustains itself financially. Put simply, it’s the logic by which an enterprise earns its livelihood"

Sedangkan menurut para ahli pengertian model bisnis adalah sebagai berikut:
  • Osterwalder dan Pigneur (2010)
    Model bisnis adalah sebuah alat untuk menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan, memberikan dan menangkap nilai.

  • Menurut lembaga pendidikan bernama Tim PPM Manajemen (2012)
    Model bisnis dapat diartikan sebagai alat yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan uang dilingkungan bisnis dimana perusahaan beroperasi.

Untuk mengetahui bisnis model yang ada coba deskripsikan bisnis kita dari :

- Siapa customer kita?
- Apa yang kita lakukan untuk mewujudkan keinginan customer kita?

Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Model Bisnis Kanvas merupakan model bisnis yang dituang ke dalam visual gambar dan dibagi menjadi 9 Aspek Bisnis yang meliputi :
1. Customer segment
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resources
7. Key activities
8. Key partners
9. Cost structure


Model bisnis digambarkan secara visual agar lebih mudah mengetahui keterkaitan aspek perusahaan. Selain itu dengan mewujudkan dalam visual berarti dapat menyederhanakan aktivitas yang terlihat rumit menjadi lebih mudah untuk dipahami, sebagai berikut:

Gambar 1. Bisnis Model Kanvas


Dengan menggambarkan dan memetakan rancangan bisnis kita pada bisnis model kanvas, membantu kita dalam memulai, melihat rupa bisnis yang dimiliki dan menganalisis model bisnis serta mengembangkan bisnis tersebut sesuai alurnya. Bisnis model kanvas ini sangat memudahkan dalam melakukan keputusan untuk melakukan langkah-langkah strategis untuk bisnis yang dijalani. 

B. Contoh Kasus 

Mode Bisnis Apple iPod / iTunes

Pada tahun 2001 Apple meluncurkan merek iPod ikonik dari pemutar media portabel. Perangkat bekerja bersama dengan perangkat lunak iTunes yang memungkinkan pengguna untuk mentransfer musik dan konten lainnya dari iPod ke komputer. Perangkat lunak ini juga menyediakan koneksi yang mulus ke toko online Apple sehingga pengguna dapat membeli dan unduh konten. Kombinasi ampuh dari perangkat, perangkat lunak, dan toko online dengan cepat mengganggu industri musik dan memberi Apple posisi pasar yang dominan. Namun Apple adalah bukan perusahaan pertama yang menghadirkan pemutar media portabel ke pasar. Pesaing seperti Diamond Multimedia, dengan pemutar media portabel merek Rio, berhasil sampai dikalahkan oleh Apple. 

    Bagaimana Apple mencapai dominasi seperti itu? Karena Apple bersaing dengan model bisnis yang lebih baik. disisi lain Apple menawarkan pengguna pengalaman musik yang mulus dengan menggabungkan perangkat iPod yang dirancang khusus dengan perangkat lunak iTunes dan toko online iTunes. Proposisi Nilai adalah untuk memungkinkan pelanggan dengan mudah mencari, beli, dan nikmati musik digital. Di samping itu, untuk memungkinkan Proposisi Nilai ini, Apple harus menegosiasikan kesepakatan dengan semua perusahaan rekaman besar untuk membuat perpustakaan musik online terbesar di dunia. Pada akhirnya? Apple mendapatkan sebagian besar pendapatannya terkait pendapatan dari penjualan musik oleh iPod, saat menggunakan integrasi dengan toko musik online untuk melindungi diri dari pesaing.

C. Jenis Model Bisnis

1. Franchise
Waralaba atau franchise adalah salah satu business model yang populer. Sebagai pelaku, Anda tidak perlu ‘membuka bisnis dari awal.’ Karena sistem kerja model yang satu ini adalah dengan menjalin kerjasama bersama sebuah perusahaan yang sudah memiliki brand terlebih dahulu.

2. Subscription
Business model yang satu ini kerap kita temukan dalam aplikasi penyedia konten hiburan. Mereka mengandalkan biaya langganan yang dikeluarkan pengguna sebagai sumber pendapatan.

3. Free and Premium Business
Di samping model langganan, tidak jarang kita temukan aplikasi atau situs yang menawarkan produk mereka secara cuma-cuma hingga berbayar. Biasanya, perusahaan yang menerapkan model ini dalam usahanya akan membedakan penyediaan fitur secara basic dan premium dalam aplikasi yang dibuat

4. Brick and Mortar (toko fisik)
Jika Anda berencana untuk membuka usaha dengan berjualan langsung dalam sebuah toko, maka model ini cocok untuk diterapkan. Sehingga, transaksi Anda (penjual) dan pembeli terjadi secara langsung.

5. E-Commerce
Seperti yang kita tahu, model yang satu ini belakangan sangat digemari masyarakat. Sederhananya model ini mengajak Anda sebagai penjual dan pelanggan bertransaksi melalui aplikasi berbasis internet.

2. Model Pendapatan


A. Pengertian model pendapatan (Revenue model)

Revenue model atau model pendapatan adalah sarana yang digunakan bisnis untuk menghasilkan uang. Bergantung pada model pendapatan, yang bisa sangat standar atau cukup kompleks, perusahaan dapat mempertimbangkan biaya produksi, pembelian, distribusi, pemasaran, dan biaya lainnya, hingga bisnis memperoleh laba. Seperti revenue model dalam e-commerce yang harus sesuai dengan aktivitas e commerce maupun e-business.
    
    Nah, kali ini Ruang Bisnis akan berbagi dengan sobat Rubiz, beberapa revenue model yang paling banyak diterapkan dalam e-commerce. Yuk, simak selengkapnya hanya di Ruang Bisnis.!

B. Macam - Macam Revenue Model

1. Advertising Revenue Model
Model pendapatan periklanan termasuk model yang paling banyak digunakan oleh e-commerce. Model ini adalah ketika platform atau website mengizinkan orang lain untuk memasang iklan dengan biaya tertentu, contohnya YouTube Ads dan Google Ads. 
Pendapatan masuk melalui biaya pemasangan iklan dari customer, konten situs, services draw hits, serta pemasangan banner berdasarkan CPA atau CPC. Pengiklan bisa memanfaatkan traffic pengunjung yang memanfaat platform tersebut untuk berbelanja, mencari produk, melihat iklan, dan dapat mengarah ke situs asli.

2. Subscription Revenue Model
Dalam model pendapatan subscription, pendapatan berasal dari biaya yang dibayar oleh pelanggan untuk bisa mengakses layanan atau produk pada sebuah platform berdasarkan periode waktu tertentu. Misalnya, pengguna berlangganan majalah untuk 3 bulan dengan biaya sekian agar mendapat edisi terbaru dari majalah secara rutin melalui e-mail. Contoh layanan konten yang menggunakannya, yakni Netflix, VIU, Joox, dan Spotify.

3. Sales Revenue Model
Revenue Model adalah bagamana suatu bisnis, baik yang dijalankan oleh perusahaan atau perorangan, memperoleh pendapatan dari proses transaksi, penjualan barang atau pun jasa. Berkaitan dengan e-commerce, tentunya revenue model pada e-commerce akan berbeda dengan tradisional model.
pada portal e-commerce yang menerapkan advertising model, revenue atau pendapatan diperoleh melalui pemasangan iklan dari customer, site conten, dan service draw hits, pemasangan banners ataupun link ke customer (baik web site perusahaan ataupun website individu). Contohnya adalah perusahaan yang menjual produk secara online melalui satu platform, seperti Amazon dan Etsy. Pendekatan semacam ini telah menciptakan gaya bisnis yang unik, yakni berdasarkan katalog yang tersedia pada web.

4. Transaction Fee Revenue Model
Model ini membebankan biaya setiap kali transaksi dilakukan melalui platform mereka. Misalnya, eBay membebankan biaya kepada penjual setiap kali barang dijual; PayPal membebankan biaya kepada pengguna untuk mentransfer uang; eTrade mendapatkan biaya transaksi setiap kali saham dijual; dan seterusnya. Meskipun biaya cenderung minimal, jika orang melakukan ribuan transaksi per hari, pendapatannya bisa sangat besar!

5. Affiliate Revenue Mode
Terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah pemasaran afiliasi. Dengan model ini, bisnis memperoleh pendapatan hanya dengan mempromosikan dan menjual produk orang lain (atau perusahaan) di situs mereka (berlawanan dengan model pendapatan iklan, yang tidak mengizinkan pembelian di situs host). Konsep pemasaran afiliasi didasarkan pada pembagian pendapatan. Jika sebuah bisnis memiliki produk dan ingin menghasilkan lebih banyak, Anda dapat mempromosikan produk atau layanan pelengkap dari perusahaan lain yang pada gilirannya akan membayar Anda untuk referensi Anda. Ini adalah win-win untuk kedua belah pihak; afiliasi memperoleh aliran pendapatan pasif baru, dan pedagang memperoleh pelanggan baru!

3. Kesimpulan

    Model bisnis adalah rencana yang menggambarkan bagaimana perusahaan menghasilkan sesuatu yang berharga untuk dikirimkan kepada pelanggan dengan sembilan aspek yang dikemukakan oleh Alexander Osterwalder, sedangkan model pendapatan berfokus pada bagaimana bisnis akan memperoleh keuntungan.

Model pendapatan umumnya merupakan bagian dari model bisnis yang lebih besar dan menghubungkan tujuan bisnis dengan perolehan laba. Model bisnis menjelaskan strategi perusahaan secara keseluruhan yang dapat Anda pertimbangkan saat membuat model pendapatan dan memutuskan ke mana harus mengejar pendapatan.

    Model pendapatan mana yang tepat untuk Anda? Pada akhirnya, Anda perlu memahami pelanggan Anda dan harapan mereka, menilai sumber daya Anda saat ini untuk menemukan model pendapatan yang realistis, dan mengidentifikasi alokasi anggaran Anda. Dan, ada banyak jenis aliran pendapatan lain yang perlu dipertimbangkan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era VUCA & Era TUNA

Pentingnya Perusahaan Melakukan Inovasi Produk