Perlukah umkm membuat model bisnis.? Apa sih manfaatnya.?

PERLUKAH UMKM MEMBUAT MODEL BISNIS.? 

APA SIH MANFAATNYA.?

Haii..i sobat RUBIS kita bertemu lagi, bagaimana kabarnya nih semoga kalian selalu sehat yaa.. Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas materi yang sangat menarik nih., sebelum mengulas lebih dalam mengenai materi kali ini, izinkanlah saya memperkenalkan diri nama saya Slamet Riyadi panggil saja Ardi ya sob, saya kuliah di Institut Stiami mengambil jurusan Administrasi Bisnis Internasional saya juga bekerja pada bidang Freight Forwarding milik Asing yang beroprasi di Indonesia. Baik langsung saja saya mulai pembahasan nya. Sobat Rubis, silahkan disimak baik - baik ya.

PERLUKAH UMKM MEMBUAT MODEL BISNIS.?         

        Setiap orang dapat memiliki ide yang luar biasa, tapi yang dikenang dalam sejarah adalah orang yang berhasil mewujudkannya. Banyak lulusan Administrasi Bisnis yang bercita-cita untuk membuat perusahaan dan mengembangkan bisnisnya sendiri, dibandingkan dengan menjadi karyawan pada sebuah perusahaan swasta atau organisasi komersial. Dari sekian banyak “entrepreneur muda”  ada yang dinilai berhasil ada pula yang mengalami kegagalan. Berkaca dari berbagai pengalaman mereka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan pembelajaran berikut ini:

Perencanaan Model bisnis kita dapat memulai dari tahapan yang  paling sederhana yaitu bisa dimulai dari Bisnis Model Canvas, Bisnis model ini adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang kita jalani atau akan jalani. Kanvas berfungsi untuk menggambarkan model bisnis pribadi seperti halnya untuk menggambarkan model bisnis organisasi. Perhatikan beberapa perbedaan antara keduanya, meskipun:

Dalam model bisnis pribadi, Sumber Daya Utama adalah minat, keterampilan dan kemampuan, kepribadian, dan aset yang anda miliki atau kendalikan. Dalam organisasi, Sumber Daya Utama sering kali mencakup sumber daya yang lebih luas, seperti SDM, SDA dll. Model bisnis pribadi memperhitungkan Biaya "lunak" yang tidak dapat diukur (seperti stres) dan manfaat “lunak” (seperti kepuasan). organisasi model bisnis umumnya hanya mempertimbangkan Biaya dan Manfaat moneter. Sembilan aspek Bisnis model canvas adalah sebagai berikut :

1. Customer segments
2. Value proposition
3. Channel
4. Customer relationship
5. Revenue stream
6. Key resources
7. Key activities
8. Key partners
9. Cost structur

Baca Lebih lanjut : 9 Aspek Bisnis Model Canvas

Nah dari uraian 9 Aspek Bisnis Model Canvas kita dapat menentukan gambaran dan arah pada bisnis UMKM yang akan kita tekuni. Alternatif berikutnya kita juga bisa memilih antara model bisnis atau moel Pendapatan, Bagi sobat RUBIS yang belum mengerti antara perbedaan model bisnis atau moel Pendapatan bisa baca disini. Sebesar atau sekecil apa pun bidang usaha yang kita miliki karena orientasi dari bisnis adalah keuntungan maka kita pelu menyusun model bisnis yang sesuai dengan skil, budget, minat atau bakat dan kemampuan kita dalam mengelola bisnis tersebut.

Model Bisnis didefinisikan sebagai model yang menjabarkan bagiamana sebuah perusahaan bergerak dalam mendapatkan keuntungan. Menurut Peter Drucker, sebuah model bisnis yang handal harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial seperti “siapa pelanggan perusahaan?” “seberapa penting pelanggan bagi perusahaan?” “bagaimana manajemen mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan?” atau “apa yang mendasari manajemen memutuskan kapan dan bagaimana harus memberikan nilai tambah bagi pelanggan?”
Menurut Casadesus Masanell dan Ricart, model bisnis memiliki tiga karakteristik penting. 1. Model bisnis harus sejalan dengan tujuan perusahaan. 2. Model bisnis harus mampu mempertahankan dirinya sendiri, Yang terakhir adalah bisnis Modelnya harus tangguh dan dapat diandalkan. Indikator keberhasilan model bisnis terkait dengan kemampuan mengatasi ancaman persaingan seperti: (1) duplikasi, (2) pembacaan kekuatan model bisnis, (3) kurangnya konsentrasi pasar,  (4) alternatif. Kemampuan produk pesaing untuk merebut pasar bagi produk  perusahaan. Ketiga hal tersebut merupakan ciri dari model bisnis yang baik.

MANFAAT UMKM MEMILIKI MODEL BISNIS






Mengacu pada definisi diatas, maka mendesain sebuah model bisnis akan sangat mempengaruhi performa perusahaan. Keuntungan dengan menerapkan model bisnis ini antara lain:

  • Membantu perusahaan  mendapatkan informasi tentang bagaimana, di mana, dan kapan produk yang kita pasarkan bekerja dengan baik. Informasi ini diperoleh melalui proses simulasi produk. Misalnya, kebijakan penetapan harga produk memengaruhi jumlah produk yang terjual. Dengan menggunakan informasi ini, perusahaan menilai apakah model yang dirancang  akan kompetitif di pasar atau tidak. 

  • Model bisnis yang baik  melemahkan pesaing. Setelah perusahaan dapat mengidentifikasi kelemahan dalam model bisnis pesaing, ia dapat dengan cepat menentukan model bisnis mana yang dapat digunakan untuk menutup kesenjangan. Hal ini menciptakan produk alternatif dari perusahaan yang  lebih bernilai dibandingkan pesaingnya. 

  • Ubah pesaing Anda menjadi teman. Hal ini  karena perusahaan Anda dapat mengidentifikasi kelemahan bisnis pesaing Anda dan sebaliknya. Solusinya adalah dengan menciptakan produk yang komplementer atau saling melengkapi.
  • Memiliki Roadmap Bisnis yang jelas. Perubahan bisnis yang cepat menuntut organisasi untuk membuat perencanaan yang tepat. Gagal menyusun perencanaan berarti merencanakan untuk gagal. Road map sangat membantu memotivasi karyawan agar mengetahui tujuan organisasi 5-10 tahun mendatang. 
  • Mempermudah pelaksanaan pekerjaan dan memiliki tujuan yang jelas, Dengan memetakan model bisnis yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang dapat dikerjakan. Sehingga pekerjaan berjalan pada tujuan yang jelas dengan pembagian tugas-tugas yang telah dirancang dengan baik.

  • Mempermudah pengawasan, Dengan dilaksanakan suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang sudah disusun sesuai dengan model bisnis dan SKB, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan berdasarkan hasil yang ditimbulkan berdasarkan target dari rencana bisnis tersebut.

RESIKO UMKM TIDAK MEMILIKI MODEL BISNIS YANG BAIK

  • Produk menjadi tidak tangguh untuk bersaing dipasar, karena produk yang tangguh tahu bagaimana cara hasilkan,  bersama siapa produk di produksi dan dengan apa produk di jual.
  • Hancurnya bisnis, Model bisnis adalah kunci dalam suatu keberhasilan usaha. Apabila kita tidak memiliki model bisnis yang baik dan tepat itu artinya kita sedang menunggu hancurnya bisnis kita sendiri.
  • Sulit Memulai bisnis. Bisnis yang hanya sekerar berjualan ala kadarnya di pinggir jalan tidak akan menjamin keberhasilan dari bisnis kita, oleh karenanya perlu dilakukan pemetaan model beisnis, agar bisnis yang kita bangun mampu bersaing di pasran dan memiliki daya guna.

KESIMPULAN

  1. Model Bisnis didefinisikan sebagai model yang menjabarkan bagiamana sebuah perusahaan bergerak dalam mendapatkan keuntungan. 
  2. Model Bisnis Kanvas adalah langkah awal untuk membangun sebuah bidang usaha baru.
  3. Dengan model bisnis yang baik dan benar dapat membantu perusahaan untuk  mendapatkan informasi tentang bagaimana, di mana, dan kapan produk yang kita pasarkan bekerja dengan baik, Memiliki daya saiang, Menguatkan diri sendiri dan dapat mengubah kompetitor menjadi Sekutu.
  4. Resiko dari Model Bisnis yang tidak tepat juga dapat menimbulkan kehancuran bagi bisnis yang kita jalankan serta sulit untuk menerobos pesaing sehingga produk yang kita pasarkan tidak memiliki daya saing dengan kompretitor


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era VUCA & Era TUNA

Model Bisnis vs Model Pendapatan

Pentingnya Perusahaan Melakukan Inovasi Produk